biangberita.com | Sumber Segala Berita

Mon05272013

Last update12:07:11 AM GMT

Back Travel

Travel

UNESCO Akui Wakatobi Cagar Biosfer Dunia

pulau_pramukaWakatobi yang dikenal sebagai pusat segitiga terumbu karang dunia telah diakui sebagai cagar biosfer dunia oleh United Nation Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

 

Dengan pengakuan UNESCO itu - lembaga PBB yang mengurusi masalah pendidikan dan kebudayaan - Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan menegaskan, Wakatobi yang telah diakui sebagai pusat segitiga karang dunia telah menjadi destinasi wisata dunia.

"Dengan alam yang begitu indah, baik laut maupun daratnya, Wakatobi telah menjadi perhatian dunia," ujar Menhut di sela-sela acara penanaman pohon di hutan masyarakat kelompok Kauluma, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Selasa (14/5).

Zulkifli menuturkan, untuk datang dan berwisata ke Pulau Tomiya, Kabupaten Wakatobi, wisatawan harus memesan satu tahun sebelumnya.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat Wakatobi untuk menjaga keanekaragaman hayati, baik di darat maupun laut agar wisatawan domestik dan mancanegara kian berbondong-bondong untuk berkunjung.

340 Hotel Jaringan Accor Diskon Hingga 40%

Novotel_Clarke_Quay_Singapore_3Sebanyak 340 hotel di bawah jaringan Accor di kawasan Asia Pasifik memberikan potongan menginap hingga 40% pada 27 Maret hingga 30 Juni 2013.

 

Paket menginap di hotel dan resort milik jaringan hotel tersebut diperuntukkan bagi konsumen pada pemesanan 8-12 Maret 2013.

"Untuk anggota Le Club Accorhotels akan memperoleh kesempatan terlebih dahulu untuk memilih penginapan," tulis keterangan pers jaringan hotel Accor, Rabu (6/3/2013).

Wisata Murah ke Filipina Hanya Rp. 2 Juta

filipinaPhilippine Airlines sebagai maskapai penerbangan Filipina mempromosikan destinasi-destinasi wisata di Filipina melalui promo paket wisata bertajuk "Swingaround". Ada lima destinasi yang ditawarkan maskapai ini untuk menarik wisatawan asing, termasuk pelancong asal indonesia.

 

Kelima destinasi tersebut adalah Manila, Legazpi, Cebu, Boracay, dan Puerto Princesa. Paket yang ditawarkan mulai dari harga 180 dollar AS (setara dengan Rp 1,7 juta). Dalam paket sudah termasuk tiket pesawat pulang-pergi, hotel 3 hari 2 malam, makan, dan transportasi menuju obyek-obyek wisata.

Wisata Ziarah ke Kesultanan Banten

Menjelang bulan suci Ramadhan 1432 H, ribuan peziarah dari berbagai daerah berdatangan ke kawasan Masjid Agung Banten Lama dan makam Sultan Maulana Hasanudin di Kota Serang, Provinsi Banten.

Para peziarah dari berbagai daerah ini mengunjungi kawasan wisata Banten Lama dengan menggunakan kendaraan bus, truk, bak terbuka dan sepeda motor hingga menimbulkan kemacetan. Mereka berdatangan sejak pagi hingga malam hari dari berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera.

Selain berziarah di makam Sultan Maulana Hasanudin, mereka juga mendatangi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama yang jaraknya sekitar 200 meter dari Masjid Banten Lama.

Sudrajat, petugas di Kompleks Masjid Agung Banten Lama, mengatakan selama menjelang Ramadhan peziarah meningkat dan puncaknya Ahad (24/7), diperkirakan puluhan ribu orang. Padahal hari biasa hanya 1.500 orang.

Menurut Sudrajat, meningkatnya jumlah peziarah sudah biasa setiap tahun menjelang datangnya bulan puasa. "Biasanya, umat Muslim setiap menjelang puasa melaksanakan ziarah ke makam orang tua, juga makam aulia," katanya.

Selain ziarah ke makam Sultan Maulana Hasanudin dan makam Maulana Yusuf, peziarah juga mengunjungi sejumlah lokasi ziarah di wilayah Provinsi Banten. Setelah berziarah di Banten Lama, mereka melanjutkan ziarah ke Gunung Santri di Kota Cilegon.

Ada pula yang melanjutkan ziarah ke Carita, Caringin, Cigondang, dan Cikadueun di Kabupaten Pandeglang. "Kebanyakan warga yang berziarah itu dari kelompok pengajian majelis taklim dan pondok pesantren," kata Sudrajat.

Sementara itu, Udin, peziarah dai Bekasi mengaku datang ke Banten Lama bersama rombongan pengajian untuk mendoakan para aulia, di antaranya makam Sultan Maulana Hasanudin. "Kami sudah lima tahun terakhir menjelang Ramadhan selalu datang ke sini untuk ziarah," ujarnya.

Surga "Tanzania Afria" Untuk Petualang Safari

Sayup-sayup, penggalan lagu Afrika yang dinyanyikan oleh David Paich vokalis grup musik Toto ini terus terngiang di kepala, mengiringi kunjungan perdana saya di bumi Tanzania Afrika.

 

Kedatangan kami disambut oleh semerbak harum hangat tanah terpanggang matahari, serta pemandangan hamparan padang rumput luas dengan jajaran pohon-pohon baobab. Tiupan angin dari jendela mobil berbaur dengan debu jalanan berbatu menjadi sensasi yang tidak akan mudah terlupakan segenap panca indera.

Tanzania merupakan surga bagi para petualang safari. Tekstur alam yang khas, serta keanekaragaman flora dan faunanya membuat Tanzania menjadi salah satu negara tujuan utama para wisatawan mancanegara untuk bersafari ria.

Negara yang berlokasi di Afrika Timur ini memiliki beberapa Taman Nasional dan Wilayah Konservasi yang terkenal, seperti: Taman Nasional Serengeti, Taman Nasional Gunung Kilimanjaro, Wilayah Konservasi Kawah Ngorongoro, Taman Nasional Ruaha, dan banyak tempat lainnya yang serupa tersebar seantero negeri ini.

Kali ini kami memilih bersafari selama lima hari empat malam bersama satu tim safari lokal: Gregori sebagai pemandu (merangkap sopir) dan seorang juru masak bernama Samuel yang kerap dipanggil juga dengan julukan Mr. D (Delicious).

Selama perjalanan, kami dilengkapi sebuah mobil penjelajah safari 4x4 yang atapnya yang dapat dibuka sehingga kami dapat berdiri melihat ke luar, dan peralatan lengkap berkemah seperti: tenda, kasur, kantung tidur, serta peralatan memasak.

Sesuai rencana, kami akan melakukan perjalanan safari ke empat tempat, yaitu Taman Nasional Tarangire, Taman Nasional Serengeti, Wilayah Konservasi Kawah Ngorongoro, dan diakhiri dengan safari berjalan kaki ke wilayah Taman Nasional Danau Manyara.

Taman Nasional Tarangire

Gregori dan Samuel menjemput kami di bandara lokal Arusha yang merupakan kota terdekat yang menjadi akses utama kami sebelum melakukan perjalanan safari. Dari kota ini kami melanjutkan perjalanan selama 2,5 jam berkendara menuju Taman Nasional Tarangire yang berjarak sekitar 130 kilometer. Gunung Kilimanjaro tampak kokoh tinggi menjulang dari kejauhan di sepanjang perjalanan kami keluar dari kota Arusha.

Taman Nasional Tarangire merupakan taman nasional kedua terbesar setelah Taman Nasional Serengeti yang memiliki populasi jumlah hewan terbanyak, dan juga merupakan satu-satunya taman nasional di dunia yang memiliki populasi gajah terbanyak.

Di dalam lahan taman nasional yang luasnya mencapai 2.850 kilometer persegi ini (hampir sama luasnya dengan Negara Belanda), kita dengan mudah dapat menjumpai beragam jenis hewan liar, seperti gajah, zebra, kerbau, wildebeest, rusa antelope, elands, dan baboon. Mereka tersebar di beberapa tempat yang berbeda.

Saat pagi hari tak jarang kita bisa melihat mereka bergerombol di sepanjang aliran Sungai Tarangire, sedang asyik bermain air. Selain itu taman nasional ini juga merupakan rumah bagi kurang lebih 450 jenis spesies burung.

Keindahan pohon-pohon baobab yang banyak tumbuh di tempat ini, juga menjadi keistimewaan tersendiri. Bentuk mereka yang unik mirip brokoli raksasa tampak serasi dengan alam Afrika yang cenderung kering dan tandus. Spesies ini mencapai tinggi antara 5–25 m. Mereka menyimpan air di dalam batang mereka, dengan kapasitas di atas 120 liter untuk bertahan dalam kondisi lingkungan sekitar mereka dan menjadi pelindung ekosistem yang ada.

Selama berada di tempat ini kami melihat beragam jenis satwa unik seperti monyet bola biru (karena memiliki buah zakar berwarna biru), kawanan gajah, tikus hutan, kawanan rusa yang tengah asyik merumput, jerapah, rubah, babi hutan, dan juga burung pemakan bangkai yang tengah bertengger di sarangnya di atas pohon baobab. Mobil kami juga sempat terhenti oleh pemandangan yang menakjubkan dari rombongan besar baboon, dan juga kawanan kerbau yang baru saja pulang dari sungai.

Mobil mogok dan anak-anak Maasai

Dari Taman Nasional Tarangire kami melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Serengeti melalui jalan berlubang dan berbatu selama kurang lebih empat jam. Kondisi ini tak ayal membuat mobil rusak, dan kami terpaksa berhenti di pinggir jalan di antara wilayah konservasi Ngorongoro dan padang rumput Serengeti.

Di dalam wilayah Taman Nasional Serengeti hanya Suku Maasai yang diperbolehkan tinggal dan menjalankan kegiatan tradisional mereka menggembala kawanan sapi dan kambing.

Suku Maasai adalah suku asli di Afrika Timur yang begitu kuat menjaga adat istiadat tradisional mereka sebagai kaum penggembala semi nomaden. Mereka banyak hidup di sekitar cagar alam dan taman nasional di wilayah Kenya dan Tanzania.

Saat menunggu Gregori dan Samuel yang terus mencoba memperbaiki bagian mobil yang rusak, datanglah dua orang anak-anak suku Maasai menghampiri kami dan berbaik hati meminjamkan pisau besar mereka ke Gregori yang mencoba mengasah sebilah kayu untuk memperbaiki salah satu bagian mobil, dan sebagai bayarannya mereka berdua minta untuk difoto dengan kacamata hitam yang sedang saya gunakan.

Setelah menunggu kurang lebih satu jam, ternyata mobil tidak bisa diperbaiki di tempat itu. Untungnya lewat mobil safari lain yang kosong tanpa penumpang bersedia menolong kami melanjutkan perjalanan hingga ke perkemahan umum Seronera. Sementara Gregori masih harus membawa mobil sendirian dan memperbaikinya di salah satu bengkel terdekat dari tempat kami bermalam.

Warung Sunda Pinggir Jalan Yang Menggiurkan

warung_sundaSetahun lalu warung makan sunda berjejeran di sepanjang Jalan Pajajaran dekat terminal Baranangsiang, Bogor. Namun kini warung-warung itu telah digusur.

 

Sebagian pindah ke Jalan Binamarga. Layaknya warung pinggir jalan yang begitu sederhana. Tanpa deretan meja pun kursi. Hanya sebilah papan yang menyatu ke gerobak makanan dan kursi-kursi plastik.

Walau sederhana, lauk yang disajikan begitu menggiurkan. Sebut saja mulai dari ayam, ikan mas, ikan mujai, sampai ikan lele. Tentu tahu dan tempe juga sudah pasti hadir dalam jajaran menu.

Seperti nasi rames ala Jawa, pilihan lauk begitu beragam. Ikan teri, usus, kentang balado, pepes, dan masih banyak lagi. Ada sekitar 15 lauk yang tersedia sebagai pendamping nasi.

Tips Wisata Backpaking Agar Sukses dan Lancar

backpaking2BAGI sebagian orang, wisata backpaking merupakan cara asyik untuk mengeksplorasi alam dan menyusui medan di jalur terpencil. Agar wisata backpacking sukses dan bebas dari kendala, perhatikan panduan berikut:

 

Tempat dan waktu

Pelajarilah peta lokasi dan kumpulkan informasi tentang daerah yang akan Anda jelajahi. Lalu perkirakan waktu yang dibutuhkan untuk tiba di tujuan. Jangan lupa menambah perkiraan waktu untuk berjaga-jaga sekiranya terjadi keterlambatan.

Buka Puasa Ala Arab Saudi di Masjid AL Fairuz

Ingin buka puasa ala Masjid Nabawi, Jedah, Arab Saudi? Mampirlah ke Masjid Al Fairuz, Pekalongan. Setiap puasa, masjid ini menyediakan buka bersama kurma dan air zam-zam.

Masjid ini memang baru. Dibangun mulai 2004 oleh pengusaha batik Pekalongan, H Abdullah Machrus. Meski belum jadi 100 persen, namun masjid ini sudah bisa dipakai beribadah sejak 2004.

Arsitektur masjid ini berkiblat ke Masjid Nabawi, Jedah, Arab Saudi. Maka, saat berbuka puasa pun mengikuti cara berbuka di Masjid Nabawi.

Berdiri di lahan 7.000 meter persegi, masjid ini amat megah dan mewah. Pelataran parkir pun luas. Sehingga, banyak para pelancong yang datang di sini. Apalagi, di sampingnya dibangun kios-kios, terutama menjual batik Pekalongan. Masjid ini juga bisa menampung 2.000 jemaah.

Sejak 2007, pelataran juga digunakan untuk pusat kuliner setiap bulan Ramadhan. Sehingga, masjid ini menjadi tujuan wisata baru, selain tepat ibadah.

Keunikan dalam berbuka puasa membuat masjid ini semakin populer dan menarik warga, termasuk pendatang. Pihak masjid menyediakan 30 galon air zam-zam dan 30 dos kurma yang didatangkan dari Arab Saudi. Sehingga, jemaah bisa berbuka puasa ala Masjid Nabawi, menyantap kurma dan meminum air Zam-zam

Visit Aceh 2013 "Festival Danau Laut Tawar"

laut_acehFestival Danau Laut Tawar menampilkan beragam kegiatan wisata bertaraf internasional yang dipusatkan di Kabupaten Aceh Tengah. Praktisi wisata optimis potensi wisata di provinsi Aceh akan lebih bangkit mengejar ketertinggalan dari wilayah lain, terutama ditandai dengan semakin kondusifnya iklim investasi di provinsi itu.

 

Juru bicara Pemerintah Aceh Usamah El-Madny mengatakan, Selasa (29/1) di Banda Aceh, pemerintah telah mematangkan seluruh acara yang bakal digelar memeriahkan tahun kunjungan Aceh 2013.

Data pemerintah Aceh menyebutkan sedikitnya ada sekitar 30 kegiatan besar dan ratusan kegiatan lainnya sebagai pendamping yang digelar dalam Tahun Kunjungan Aceh 2013.

Kepala Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah Muchlis Gayo mengatakan, sebelum gelar puncak acara Festival Laut Tawar, serangkaian kegiatan pendamping digelar diantaranya, pemilihan duta wisata, pemilihan puteri kopi, lomba foto wisata, lomba cipta kreasi usaha kecil menengah berupa cendera mata, lomba renang tradisional, serta aksi lingkungan yang terkait erat dengan pelestarian Danau Laut Tawar.

Beberapa warga masyarakat mengaku menerima manfaat langsung dari sejumlah kegiatan wisata yang digelar pemerintah, sementara beberapa praktisi wisata mengaku belum mampu bangkit memasarkan potensi daerahnya dalam memeriahkan Tahun Kunjungan Aceh karena terkendala akses transportasi.