biangberita.com | Sumber Segala Berita

Sat05252013

Last update12:07:11 AM GMT

UKM

Kebijakan UMKM Pemerintah Tidak Tepat Sasaran

usaha-kecil-menengah-3Kebijakan pemerintah mendorong pertumbuhan UMKM dinilai tidak tepat sasaran dan tidak terkoordinasi dengan baik.

 

Anggota Komite Ekonomi Nasional Sandiaga Uno mengatakan saat ini ada sekitar 26 kementerian/lembaga yang memiliki program terkait pengembangan UMKM.

Dia memaparkan sebagian besar program instansi pemerintah masih menitikberatkan pada insentif dan bantuan yang tidak efektif mendorong pelaku UMKM naik kelas ke strata berikutnya.

UKM Indonesia Garap Pasar Ekspor Afrika

usaha-kecil-menengah-3Pemerintah Indonesia akan memperluas pasar usaha kecil menengah ke Benua Afrika melalui optimalisasi kerja sama antara Forum Small Medium Enterprises Africa (FORSEAA) dengan negara-negara Asia Tenggara.

 

Perluasan pasar tersebut dilakukan melalui Republik Seychelles sebagai tujuan utama untuk seluruh pasar di seluruh Afrika. Seychelles merupakan negara kepulauan yang potensinya sangat besar untuk dijadikan pintu masuk ke negara Afrika lainnya, karena memiliki 115 pulau dan berada di 1.500 km di timur Afrika.

"Kita harus melakukan diversifikasi pasar karena Eropa dan Amerika sedang krisis. Selain itu ekonomi China juga sedang melambat," kata Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hassan pada breakfast meeting dengan perwakilan dari negara-negara Afrika, Jumat (21/9).

Menurutnya, potensi produk dari tanah air yang pasarnya cukup di luas di Afrika a.l. kerajinan tangan, industri garmen.

Kemenkop dan UKM Selenggarakan IMFC

kemenkopIndonesia melalui Kementerian Koperasi dan UKM menyelenggarakan International Micro Financial Conference pada 22-23 Oktober di Yogyakarta.

 

Choirul Djamhari, Deputi Bidang Restrukturisasi Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan event ini akan melibatkan pakar di bidang keuangan mikro, termasuk peraih nobel Muhammad Yunus dari Bangladesh sebagai pendiri Grameen Bank.

"Dengan tema Menuju Keberlanjutan Inovasi Keuangan Mikro atau World Sustainable Microfinance Institusion, agenda itu kita harapakan benar-benar melahirkan solusi bagi kebutuhan pembiayaan mikro di Indonesia," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (8/8/2012).

Menurutnya, ide ini berawal dari kehadiran Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan pada perhelatan internasional tentang keuangan mikro di Spanyol pada tahun ini. Ketika itu dia bertemu dan berdialog dengan sejumlah tokoh keuangan mikro internasional.

Pemerintah Akan Berikan Bantuan KUR Rp. 30 triliun

usaha-kecil-menengah-3Pemerintah akan berupaya memberikan sejumlah fasilitas demi mengangkat sektor informal menjadi formal. Salah satunya dengan pemberian kredit usaha rakyat. "Saya melihat pengalaman sektor informal dan juga UKM (usaha kecil menengah) kita pada tahun 2008 ataupun 1998, yaitu krisis besar kita, mereka jadi sabuk pengaman," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, di Jakarta, Senin (7/5/2012).

 

Dengan melihat keberhasilan sektor informal dan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) bertahan dalam krisis, pemerintah pun berupaya untuk mengembangkannya. Pemerintah akan mengembangkan sektor informal menjadi formal, sedangkan UMKM menjadi kelas menengah.

"Ini yang paling penting kita berikan fasilitasnya untuk menjaga mereka supaya tidak terlalu rentan terhadap gejolak," kata Hatta.

Selama Puasa dan Lebaran Omzet UKM Naik

parcelCikiniCVRHipmi memperkirakan omzet pelaku UKM selama Ramadan hingga Lebaran 2011 mengalami peningkatan signifikan rata-rata sekitar 200%-300%.

 

Ketua Bidang Perdagangan Hipmi Harry Warganegara mengatakan kenaikan hingga 300% tersebut hanya dialami sebagian dari pelaku UKM tertentu.

"Kenaikkan omzet UKM sebelum, selama, dan pasca lebaran memang bervariatif. Namun rata-rata mengalami kenaikkan signifikan dari hari biasa," ujar Harry Warganegara dalam penjelasan rersminya kepada wartawan, hari ini.

Sektor perdagangan dan jasa masih memegang andil besar bagi peningkatan omzet. Ini disebabkan konsumennya meningkat tajam pada momentum lebaran. Contohnya, UKM otomotif mulai mengalami peningkatan omset sejak H-7 Lebaran.

"Omset UKM servis sepeda motor misalnya melonjak hingga 100% sejak H-7. Setelah lebaran, omzet servis motor melonjak lagi di atas 100%. Sebab, kendaraan yang dipakai melakukan perjalanan panjang mudik, perlu perawatan. Hal yang sama terjadi pada bengkel mobil.

CIPSED Bantu Pelaku UKM Indonesia

Kanada melalui program CIPSED (Canada Indonesia Private Sector Enterprise Development) membantu peningkatan ekonomi bagi laki-laki dan perempuan yang rentan terhadap kemiskinan.

Proyek kerja sama CIPSED dengan Kementerian Koperasi dan UKM   dimulai pada 2008 dan termin pertama akan berakhir pada 2012. Akan tetapi kerja sama yang didanai pemerintah Kanada itu diindikasikan diperpanjang.

Meliadi Sembiring, Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hubungan Antar Lembaga, mengatakan ada tiga sektor kegiatan yang diperkuat melalui program hubungan kerja sama ini. Targetnnya adalah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

"Ketiga sektor bantuan tersebut adalah untuk teknis klaster UKM, perkuatan kelembagaan terhadap pusat pelayanan pengembangan usaha, dan pembiayaan mikro," ujarnya kepada Bisnis hari ini.

Pada tahap pertama kerja sama yang didanai Canadian International Development Agency (CIDA) ini, fokus pemberdayaan pelaku UKM yang berdomisili di empat provinsi, masing-masing Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Provinsi Gorontalo.

Untuk program pembiayaan mikro misalnya, CIPSED telah menyalurkan dana sekitar Rp2,63 triliun dari target awal sebesar Rp1,5 triliun yang diberikan melalui enam kategori lembaga keuangan mikro di Sulsel.

Penyaluran dana tersebut telah menyentuh 1.014 pelaku usaha serta secara umum telah melahirkan sekitar 508 jaringan kerja baru. Pada pertemuan tahunan CIPSED, Maret 2011, Lembaga Pengelola Dana Begrulir (LPDB) KUMKM bahkan mengumumkan menaikkan penyaluran pinjaman

Demand Pasar Lokal Akan Produk UKM Tinggi

ukm4Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan meminta pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil menengah tidak usah bermimpi lebih dulu untuk bisa memasarkan produk-produk mereka ke pasar global.

“Demand pasar kita di dalam negeri sangat besar dan luar biasa potensinya. Oleh karena itu coba melayani pasar lokal lebih dulu,” ujar Sjarifuddin Hasan pada seminar Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) tentang bertema Ayo Berwirausaha.

 KUMKM, kata dia, harus memperkuat sisi sumber daya manusia untuk bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Setelah memperkuat dari sisi tersebut, baru bisa dan layak melangkahkan jejak ke pasar global.

 Saat KUMKM ingin melakukan ekspansi usaha ke luar negeri, Menkop dan UKM mengingatkan supaya tidak mengganggu distribusi pada pasar lokal. Intinya, bisnis sektor riil sebaiknya diperkuat di dalam negeri, kemudian baru mengarah pada pasar global.

 Untuk meningkatkan kapasitas itu, pemerintah, katanya, siap melakukan pendampingan maupun fasilitasi. Sebab, Kemenkop dan UKM memang memiliki fungsi tersebut, dan semuanya diberikan tanpa dikenakan biaya apapun.

 Atas pertanyaan peserta bahwa informasi yang diterima di daerah masih minim, Sjarifuddin Hasan mengakui bahwa akses informasi memang kerap menjadi kendala. Terutama yang sangat diperlukan pengurus koperasi maupun UMKM.

 “Jika informasi tersebut lambat diterima daerah, bisa dimaklumi, karena wilayah Indonesia sangat luas. Meski demikian, kami tetap komitmen untuk melakukan pendampingan bagi peningkatan kapasitas SDM maupun arus informasi,” papar Sjarifuddin Hasan.

UKM Indonesia Akan Diarahkan ke Italia

Produk-produk UKM Indonesia akan diarahkan ke pasar Italia lewat pameran ASEAN Summit 2011 November mendatang.

UKM-UKM yang disasar berada di bawah naungan UKM Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Hingga saat ini lembaga itu sudah menampung 150 UKM yang tersebar di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

Ketua UKM Center FE UI, Nining Soesilo, mengatakan pasar Italia dipilih karena negara di Eropa selatan itu memiliki UKM-UKM yang sudah kuat. Gerak ekonomi Italia, kata Nining, 96% berasal dari kontribusi UKM.

"UKM-UKM di sana amat kompetitif. Sembari memasarkan produk ke sana, kita juga bisa belajar mengembangkan UKM dari mereka," tutur Nining, hari ini.

UKM yang nantinya diarahkan mengisi pasar UKM Italia berasal dari sektor fashion, kerajinan, dan pertanian. Nining memperkirakan UKM Italia cenderung minta produk-produk fashion.

"Italia itu fokus ke produk-produk fashion. Satu UKM kami di Yogyakarta memproduksi sandal bagian atas. Kemudian diekspor ke Italia, dipasangkan bagian bawahnya," kata Nining.

UKM Center FE UI sedang mengusahakan kerjasama dengan Kemeterian Perdagangan dan Kementerian Perekonomian dan Koperasi di Italia untuk membuka peluang kerjasama UKM antar dua negara.

UKM Beromzet Hingga 1 Miliar Bebas PPH

ukm4Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan mengusulkan agar pelaku usaha mikro yang mencapai omzet hingga Rp1 miliar per tahun supaya tidak dikenakan pajak PPh seperti yang direcanakan Direktorat Jenderal Pajak terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.

”Kita memahami bahwa pelaku usaha mikro misalnya, memang belum layak dibebani pajak. Sebab, sampai saat ini masih mendapat bantuan pembiayaan dari pemerintah,” ujar Sjarifuddin Hasan kepada wartawan, hari ini.

Oleh karena dia mengharapkan agar Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak bisa menciptakan satu skema terhadap batasan penghasilan bagi pelaku usaha mikro yang layak dikenakan objek pajak. Sebab, ketika omzet usaha mikro mencapai Rp1 miliar per tahun, nett profitnya rata-rata antara 6%--10%.

 Dengan demikian maksimal keuntungan yang bisa diraih pelaku usaha mikro hanya Rp100 juta. Jika mereka masih dikenakan pajak, maka selanjutnya akan menemui kendala untuk meningkatkan kapasitas usahanya.

 Usulan yang disampaikan Menkop dan UKM, pada intinya ingin memperkuat posisi keuangan pelaku usaha. Jika dalam setahun bisa meraih untung Rp100 juta, dan tidak dikenakan pajak, maka bisa dipergunakan menjadi modal sekaligus memperkuat usaha.

”Kami ingin agar dengan modal itu mereka bisa menjadi lebih besar tanpa harus mengandalkan pembiayaan dari pihak pemerintah. Pada akhirnya akan mengurangi beban pemerintah karena mereka sudah memiliki modal usaha sendiri.”

Ditegaskan pengenaan pajak bagi pelaku usaha memang tidak bisa dihindari karena akan dipergunakan untuk menjalankan pengelolaan pemerintah dan membangun berbagai infrastruktur yang diperlukan masyarakat.

Telkom Bantu Dana Program Untuk UKM

usaha-kecil-menengah-3Pemerintah memberikan apresiasi atas alokasi pendanaan bagi UKM yang dilakukan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) untuk 2011 senilai Rp230,9 miliar.

Menurut Head of Corporate Communication and Affair Telkom, Eddy Kurnia, Telkom mendapat apresiasi Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono bersama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah atas peran aktif dalam memberdayakan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta aktif melakukan pelatihan e-commerce bagi pelaku UMKM.

“Program Kemitraan dengan usaha kecil bertujuan untuk mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi, terciptanya lapangan kerja serta kesempatan berusaha untuk masyarakat sedangkan Program Bina Lingkungan mempunyai tujuan untuk memberdayakan dan mengembangkan kondisi sosial masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah usaha Perusahaan,” ujarnya, hari ini.

Tercatat Telkom telah merealisasikan penyaluran Dana Program Kemitraan tidak kurang dari Rp 154 miliar Rp untuk 6.799 mitra binaan pada 2009, kemudian pada 2010 meningkat menjadi sekitar Rp 297,7 miliar yang disalurkan untuk 9.918 mitra binaan.

 Sejak tahun 2001 sampai dengan 31 Desember 2010 dalam kerangka PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) Telkom telah menyalurkan bantuan pinjaman kepada 71.619 binaan.

 Realisasi pinjaman tersebut didistribusikan ke sektor-sektor industri, jasa, perdagangan, peternakan, perikanan, pertanian, perkebunan dan Jasa lainnya.

 Di samping memberikan bantuan pinjaman, Mitra Binaan juga mendapat pembinaan melalui program-program pelatihan, pemagangan/pendampingan dan promosi/pameran

UKM Aset 2,5 Miliar Bebas PPN dan PPH

usaha-kecil-menengah-3Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah atau Kemkop dan UKM usul agar pelaku usaha mikro dan kecil yang memiliki aset hingga Rp 2,5 miliar dibebaskan dari pungutan Pajak Penghasilan atau PPh. Dengan demikian, mereka memiliki ruang untuk mengembangkan usahanya hingga stabil dengan omzet atau nilai penjualan Rp 5 miliar.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarief Hasan mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Senin (4/7/2011) usai menghadiri Rapat Koordinasi tentang Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) terkait pematangan insentif pajak berupa Tax Holiday (pembebasan PPh) dan Tax Allowance (pengurangan PPh).

Menurut Hasan, pihaknya usul agar pembebasan PPh itu diberikan kepada UKM dalam masa 5-8 tahun. "Ini penting untuk keberpihakan terhadap usaha mikro," ujarnya.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Direktur Jenderal Nomor PER-32/Pj/ 2010 tentang kemudahan bagi wajib pajak orang pribadi pengusaha tertentu (WP OPPT). WP OPPT itu tidak lain adalah setiap wajib pajak yang memiliki satu atau lebih tempat usaha yang bisa menjadi obyek pajak PPh Pasal 25 atau PPh yang dibayar secara berangsur-angsur setiap bulannya.

Dengan demikian, penghasilan yang diperoleh dari warung, kios, atau toko yang ada di perumahan atau di mal terkena pajak ini. Besaran PPh Pasal 25 untuk tempat usaha seperti itu ditetapkan 0,75 persen terhadap peredaran bruto.

Sebelumnya, tidak ada kejelasan mengenai tarif PPh Pasal 25 untuk tempat usaha ini dan sulit diterapkan karena tidak mudah mengukur kebenaran omzet suatu usaha, selain dari pengakuan pedagangnya sendiri.

Bisnis UKM Kurang Mendapat Perhatian Bank

ukm4Sebanyak 87 persen dari sekitar 40 juta atau sekitar 34,8 juta pengusaha mandiri yang bergelut di usaha mikro dan kecil di tanah air hingga kini belum tersentuh akses layanan perbankan. Akibatnya, para pengusaha baru ini kesulitan mengembangkan bisnisnya.

"Indonesia memerlukan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas yaitu pertumbuhan ekonomi yang bersifat inklusif, atau pertumbuhan yang menjangkau kelompok berpendapatan rendah," ujar Chief Business Development Officer Bank Andara Don Johston dalam keterangan pers yang diterima Biangberita.com di Jakarta, Rabu, 27 April 2011.

Bank Andara menilai, kebutuhan adanya sektor keuangan mikro yang kuat serta mampu memberikan akses perbankan kepada pengusaha mikro dan kecil saat ini sudah mendesak dijalankan.

Langkah itu diharapkan bisa menggiring pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih berkualitas. "Hal ini dapat dicapai dengan berfokus pad akualitas, jangkauan, dan modernisasi layanan," kata Johnston.

Dia menambahkan, Bank Andara sendiri saat ini sedang membangun layanan perbankan berbasis internet berbasis internet dan mobile melalui Andara Link. Program ini ditargetkan bisa menyasar sekitar 200 lembaga keuangan mikro pada tahun 2011. Saat ini, Bank Andara telah melayani sekitar 81 LKM.

Dalam memberikan layanan perbankan bagi pengusaha kecil dan menengah, Bank Andara melalui Andara Link menyediakan jasa penerimaan kiriman uang domestik, dan pembayaran tagihan.

Sebagai informasi, Bank Andara mengklaim sebagai bank induk pertama yang fokus pada pelayanan LKM di Indonesia dengan anggota terdiri dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR), koperasi, serta LKM non-bank lainnya. Total investasi modal yang sudah disalurkan mencapai Rp200 miliar.

Dalam menjalankan peran sebagai Bank Apex, Bank Andara yang menggandeng  sejumlah BPR telah mengumpulkan dana bersama untuk menjaga risiko likuiditas anggotanya. Sejak diluncurkan program Andara Bersama BPR, tercatat sebanyak 120 BPR di Jabodetabek dan Bali telah ikut dalam program tersebut.

SMESCO UKM Wadah Untuk UKM

ukm_galeryLembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP KUKM) membutuhkan dukungan semua pihak terkait bagi perkembangan koperasi dan UKM setelah sejauh ini membina sedikitnya 1.323 UKM dari berbagai daerah.

"Lembaga yang dikenal dengan SMESCO UKM ini untuk produk unggulan gallery di lantai dasar dan lantai dua kami membina sedikitnya 820 UKM sementara untuk produk provinsi di lantai 3, 12 dan 15  sedikitnya bergabung 503 UKM dari 22 provinsi di Tanah Air," kata Yuana Sutyowaty, Direktur Utama LLP-KUMKM, hari ini.

Menurut dia, jika pada Desember tahun lalu baru tujuh provinsi bergabung, kini sudah 22 provinsi ikut  program ekspose produk unggulan KUKM daerah melalui display dan melakukan transaksi penjualan secara permanen di gedung.

Standar pelayanan yang diberikan setiap paviliun ke-22 provinsi, dilaksanakan bersinergi dengan manajemen UKM Gallery yang telah menerapkan sistem ritel modern serta menempati lantai dasar  dan lantai satu.  Pihaknya menggolongkan dua kategori produk ritel yang berbentuk UKM Gallery dan UKM Propinsi. Selama berdiri 4 tahun, baru dua tahun belakangan ini pihaknya melayani pasar retail.

"Kami menyajikan produk ritel KUKM unggulan berbasis seni dan budaya daerah dari para pengrajin KUKM seluruh Indonesia. Kita harapkan 11 provinsi lainnya segera bergabung dalam satu atap sehingga SMESCO juga menjadi salah satu destinasi bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk mendapatkan cindramata terbaik," tutur Yuana

Sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Koperasi dan UKM, berstatus Badan Layanan Umum (BLU), pihaknya terus memperkuat komitmennya  agar keberadaan kualitas produk koperasi dan UKM Indonesia diakui secara internasional melalui SMESCO UKM .

"Namun kehadiran lembaga ini juga memiliki misi untuk melestarikan warisan budaya Indonesia (Preserving the Indonesian Heritage) sehingga kepedulian dari instansi terkait lainnya dan swasta akan membantu masyarakat memahami mengapa semua kekayaan seni budaya ini harus dijaga dan tidak diklaim milik bangsa lain," ujar Yuana.

Dia berharap dalam waktu dekat dapat bersinergi dengan kalangan industry pariwisata karena  keunikan gedung yang letaknya strategis juga bisa menjadi destinasi wisata, dan tempat pertemuan (meeting point)  bagi masyarakat.

“Ke depan kami akan bersinergi dengan Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata maupun tour operator yang setiap hari mendatangkan wisman ke Jakarta apalagi gedung kami  juga menyediakan fasilitas Meeting, incentive, conference & exhibition (MICE) dan bisa untuk wisata kuliner,” jelasnya.

Tersedia kuliner Warisan Enak untuk melestarikan resep nenek moyang bangsa Indonesia di tiga lantai promenade. Foodcourt  berbagai makanan khas Nusantara yang dikemas dalam bentuk modern ini juga memperkenalkan kekayaan hidangan khas seperti Sate Ajo Ramon, Nasi Bebek Mak Isa, Nasi Timbel Udang Galah, Warung Pindang hingga  Nasi Kapau Sabana bana. Tandasnya.

Yuana mengakui, masyarakat yang melintas di depan gedung SMESCO UKM  mengira bangunannya adalah gedung perkantoran unik saja, padahal selain ruang pamer dan penjualan ritel UKM tersedia banyak fasilitas pertemuan dan restoran yang buka hingga jam 21.00 WIB sehingga beragam aktivitas dapat dilakukan.

Kemenkop dan BI Mendukung Pengembangan KUKM

usaha-kecil-menengah-3Kementerian Koperasi dan UKM bersama Bank Indonesia (BI) sepakat mendukung pengembangan kapasitas pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil menengah (KUMKM) untuk meningkatkan produktivitas maupun pembeiayaan.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam penandatanganan nota kesepakatan bersama yang dilakukan Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan bersama Gubernu BI Darmin Nasution di Gedung Bank Indonesia, hari ini.

Lingkup kerja sama antar kedua institusi tersebut mencakup kegiatan pelatihan kepada personal Busniness Development Services Provider (BDSP) atau lembaga pengembangan bisnis. Termasuk Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) maupun lembaga incubator.

Lembaga pengembangan bisnis tersebut akan berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk membina Sumber Daya Manusia (SDM) koperasi dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mencakup pelatihan bersama seperti seminar maupun melalui kegiatan sosialisasi.

Selain itu meningkatkan penelitian untuk mendukung pengembangan KUMKM serta fasilitasi dan koordinasi untuk mengembangkan lembaga pendukung atau program pengembangan yang masih terkait dengan berbagai bidang usaha mereka.

”Kesepakatan bersama ini merupakan bagian dari upaya mendukung pengembangan UMKM,” ujar Darmin Nasution pada acara penandatanganan kesepakatan bersama tersebut.

Penelitian yang dimaksud dalam kontek kerja sama adalah mencakup aspek pembiayaan, produktivitas, daya saing, nilai tambah, dan kualitas kerja KUMKM. Adapaun fasilitasi yang diberikan mencakup penggunaan situs resmi Kemenkop dan UKM serta BI.

Berikutnya penguatan dalam menghadapi masyarakat ekonomi Eroopa (MEE) 2015, khususnya untuk mensosialisasikan standarisasi laporan keuangan dan pemeringkatan UMKM. Selain itu fasilitasi penyelenggaran intermediasi perbankan dengan lembaga keuangan non perbankan.

Fasilitasi lainnya berupa pelaksanaan linkage program antara bank umum dengan BPR maupun koperasi simpan pinjam (KSP), koperasi jasa keuangan syariah (KJKS), dan fasilitasi koordinasi pembentukan Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah (PPKD) di daerah-daerah.

”Membicarakan UMKM tidak akan pernah ada habisnya, namun pada akhirnya hal yang terpenting, bagaimana selanjutnya mengimplementasikan kerja sama ini menjadi sinergi yang positif,” kata Darmin.

Kemenko dan UKM Kembangkan Program Kerjasama Antar Daerah

rotanKementerian Koperasi dan UKM pada 2011 mengembangkan program kerja sama antardaerah (KAD) ke Provinsi Sumatra Utara,  Bengkulu, dan Sulawesi Selatan, menyusul keberhasilan program tersebut di Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

Saat ini KAD terbukti sukses diterapkan di beberapa negara, seperti Jepang, Brasil dan Argentina. Tiga kota di Jepang, yakni Oyama, Gifu, dan Yufuin bahkan berhasil meningkatkan perekonomiannya dengan mengusung sistem KAD.

I Wayan Dipta, Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Kementerian Koperasi dan UKM, mengemukakan Kota Yufuin memiliki kawasan wisata air panas yang dikelola oleh koperasi. Kota Oyama merupakan penghasil sayur mayur dan ikan.

”Adapun Kota Gifu adalah penghasil produk kerajinan tangan, dan ketika ketiga pemerintah kota tersebut bersinergi mengoptimalkan potensi komoditas masing-masing, maka terjadilah peningkatan pendapatan,” papar I Wayan Dipta kepada Bisnis, hari ini.

Brasil dan Argentina juga berhasil menerapkan kerja sama lintas negara dengan mengoptimalkan komoditas jagung berkualitas. Kedua negara sepakat mengembangkan jagung di wilayah perbatasan melalui proyek yang diberi nama Gratomaso.

Berkat kerja sama terintegrasi melalui komoditas jagung, wilayah tersebut kini dikenal sebagai daerah penghasil dengan kontribusi terbesar di pasar dunia. “Hal sama diharapkan memberi kesuksesan di Indonesia,” ujarnya.

KAD di Indonesia terwujud dalam bentuk regional management (RM) dan diyakini menjadi salah satu solusi terbaik untuk mengembangkan potensi komoditas wilayah seperti halnya di Provinsi Jawa Tengah yang melibatkan lima kabupaten, yakni Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen (Barlingmascakeb).

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat KAD atau RM melibatkan tiga kabupaten, yakni Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Timur, yang diberi nama RM Jonjokbatur. Yang dikerjasamakan pada wilayah ini adalah pengembangan usaha kecil menengah (UKM) pariwisata dan gerabah.

Adapun  pengembangan di Sumatra Utara a.l. mengedepankan komoditas kopi, dan enam kabupaten yang dilibatkan dalam KAD adalah Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Simalungun, Karo, dan Dairi. KAD di enam kabupaten itu diberi nama RM Lake Toba.

Di Provinsi Bengkulu, program yang sama dengan nama RM Jahiangbong yang meliputi Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang dan Lebong. Di Provinsi Sulawesi Selatan melibatkan lima kabupaten, yakni Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Sinjai dan Selayar yang disebut dengan RM Aksess.

Kelima kabupaten dari Sulses memiliki komoditas unggulan a.l. kakao dan kopi. Adapun komoditas dari Bengkulu umumnya di sektor pertanian.

Tumbuhkan Jiwa Berwirausaha Sejak Dini

cibaduyut_300_225Kreativitas berwirausaha ternyata bisa ditanamkan sejak dini. Seperti halnya yang dilakukan oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ia mengaku, mental menjadi pengusaha sudah dimilikinya sejak ia masih duduk di bangku sekolah.

JK pun menularkan ilmunya kepada ratusan murid Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar agar mereka bisa mengikuti jejaknya kelak.

Uraian JK yang disampaikan dengan lugas dan santai mendapat sambutan hangat dari anak-anak tersebut. Berebutan mereka bertanya kepada JK, termasuk tips menjadi pengusaha.

"Kenapa Pak JK milih jadi pengusaha Pak?" tanya salah satu murid TK yang maju ke atas panggung saat Grand Launching Buku Seri, "Yuk Belajar dari Pak JK!", di Istana Anak-Anak, TMII, Sabtu 26 Februari 2011

JK pun menjawab, "Dengan menjadi pengusaha Bapak dapat terus belajar sambil mengembangkan kreativitas."

Selain itu lanjut JK, menjadi pengusaha juga dapat membantu banyak orang, termasuk juga memberikan lapangan pekerjaan untuk orang lain.

"Tipsnya apa Pak?" tanya seorang murid SD tidak mau kalah.

Pria berusia 68 tahun ini dengan gaya khasnya menjelaskan, menjadi pengusaha haruslah memiliki mental yang baik,  cerdas dan kreatif,  rajin bangun pagi, memiliki semangat, pandai menguasai masalah, memiliki jiwa pantang mundur dan percaya diri.

"Dalam suatu negara itu harus ada pengusahanya. Saya mulai membuka usaha setelah jadi mahasiswa. Mulai buka toko-toko. Dan jadi pengusaha itu bisa dimulai dengan berdagang," kata JK menerangkan.

Menurut JK ,anak-anak pun juga bisa belajar menjadi pengusaha sejak dini. "Tipsnya, kalian bisa mulai bawa kue-kue ke sekolah atau buku tulis atau bisa juga pernik-pernik yang bisa dijual pada teman-teman sekolah," katanya.

Menurut JK, seorang pengusaha akan selalu berhadapan dengan banyak kesempatan. Namun, pengusaha tersebut harus pandai memilih, mana di antara banyak kesempatan tersebut yang menguntungkan.

Menko Dan UKM Minta Produsen Tahu Tetap Produksi

tahuMenteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan meminta produsen tahu tetap melaksanakan kegiatan usaha menyusul pengurangan produksi sejak 2 hari lalu akibat lonjakan harga bahan baku.

Harga kacang kedelai sebagai bahan baku tahu melonjak menjadi Rp6.600 per kg dari sebelumnya Rp5.500 per kg. Situasi ini membuat produsen tahu di beberapa wilayah Jakarta dan sekitarnya mulai kesulitan pengadaan bahan baku.

”Saya belum menerima laporan lengkap tentang produsen yang menghentikan produksi. Akan tetapi saya mengimbau supaya mereka para produsen supaya terus melaksanakan produksinya,” ujar Sjarifuddin Hasan kepada wartawan, hari ini.

Dia mengharapkan pengusaha tahu terus berproduksi, sembari pemerintah mencari solusi terbaik. Pasalnya, mogok berproduksi bukan opsi paling baik menghadapi kenaikan harga bahan baku tersebut.

Menurut dia, gerakan yang dilakukan para produsen akan menciptakan kerugian pada semua sisi. Baik bagi produsen maupun konsumen yang kehilangan makanan kegemarannya. Jika mereka ingin agar harga kedelai diturunkan, bisa dicari solusinya.

Kebijakan bisa diambil setelah ada pertemuan dari pihak terkait setelah melihat pertimbangan dari berbagai aspek. Kegiatan mogok usaha yang dilakukan produsen sangat terkait dengan aktivitas ekonomi pasar. Oleh karena itu dia meminta produksi tahu jangan sampai terhenti.

”Saya harapkan mereka bisa memahami situasi ini, dan mari kita duduk bersama. Harus disadari, pihak yang paling merasakan kerugian jika produksi berhenti adalah para perajin juga,” kata Sjarifuddin.

Para produsen tahu menghentikan produksi sementara karena kesulitan menaikkan harga jual. Akibatnya, sejak 2 hari lalu, pasokan tahu di Jakarta dan sekitarnya mulai berkurang. Adapun tempe yang memiliki bahan baku sama dengan tahu belum menghilang, tetapi jumlah yang dipasarkan mulai menurun.

Pasar tempe lebih stabil karena proses pembuatannya lebih sederhana daripada tahu. Umumnya tahu diproduksi dengan skala industri, sedangkan tempe bisa memanfaatkan teknologi sederhana dan dilaksanakan secara individu.

Pameran UKM Untuk Yang Ingin Berwirausaha

ukm_galeryIngin berwirausaha? Tidak ada salahnya jika Anda mengunjungi pameran produk usaha kecil dan menengah yang digelar di UKM Convention Center, SMESCO, Jakarta, Kamis (3/2/2011).

Dalam pameran tersebut, ditampilkan puluhan hasil produk UKM seperti kerajinan tangan, barang pakai, produk kecantikan, dan makanan. Harga yang ditawarkan para peserta pameran bertajuk "Gerakan Kewirausahaan Nasional" itu pun cukup bersaing.

Sandal kulit sapi misalnya, ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 80.000 hingga Rp 95.000 tergantung modelnya. Atau, sandal hasil olahan sampah kemasan sabun yang harganya Rp 60.000.

Selain itu, hasil kreatifitas wirausahawan yang dipamerkan dalam "Gerakan Kewirausahaan Nasional" itu tergolong produk yang unik. UKM Batik Kayu Hasta Karya misalnya, menawarkan segala barang kayu bercorak batik dari mulai topeng kayu batik hingga permainan anak "coklak" bermotif batik.

Atau CV Kriya Amarta yang memamerkan barang-barang simulasi pelajaran anak di sekolah seperti kincir angin, puzzle, boneka tangan yang unik. Juga stand produk makanan seperti Sari Murni Jahe yang menawarkan olahan jahe merah.

Adapula UKM-UKM kerajinan tangan yang menawarkan aksesoris unik seperti gelang kayu, batu, perhiasan mutiara, hingga dompet yang terbuat dari kulit ikan pari.

Pameran yang diselenggarakan Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah ini akan berakhir besok (4/2/2011). Bagi Anda yang belum sempat berkunjung, pameran hari ini akan ditutup pada 18.00. Dan yang terpenting, pameran ini terbuka untuk umum tanpa pungutan biaya masuk. Tertarik?