Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 17 item kosmetika yang mengandung bahan berbahaya atau dilarang dan merilis temuan tersebut dalam peringatan publik di Jakarta, Senin.
Menurut BPOM, kosmetik-kosmetik tersebut kebanyakan mengandung merkuri/raksa, hidrokinon dan asam retinoat yang antara lain diyakini memiliki efek memutihkan.
"Sebagai tindak lanjut terhadap seluruh temuan kosmetika mengandung bahan berbahaya/dilarang tersebut, dilakukan penarikan produk dari peredaran dan dimusnahkan," kata Kepala BPOM Lucky S. Slamet.
BPOM juga mengingatkan masyarakat supaya tidak menggunakan kosmetik-kosmetik tersebut karena dapat membahayakan kesehatan.
Lucky menyebut beberapa gangguan kesehatan yang muncul akibat menggunakan produk-produk tersebut, seperti iritasi kulit, pengikisan kulit dan kerusakan ginjal.
BPOM menemukan kebanyakan produk kosmetika berbahaya itu dijual secara daring melalui Internet serta lewat klinik kecantikan dan salon. Harganya juga tidak murah.
"Kami berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo untuk penertiban penjualan kosmetik online, dan mereka telah setuju untuk melakukan screening," ungkapnya.
Berikut daftar ke-17 produk kosmetika berbahaya yang ditemukan BPOM:



Tiga mahasiswa/mahasiswi di negara bagian Chennai, India, telah menciptakan alat anti-pemerkosaan yang dilengkapi dengan alat pelacak GPS, yang mereka klaim pada Selasa (9/4) akan menjadi "solusi instan" untuk serangan seksual terhadap para perempuan di India, seperti kasus pemerkosaan beramai-ramai dalam bus yang berujung kematian korban di New Delhi, Desember lalu.
Indonesia Fashion Week 2013 diharapkan mampu menghasilkan transaksi penjualan busana dan aksesori selama pameran pada 14-17 Februari 2013 lebih dari Rp 8 miliar atau meningkat lebih dari 20% dibandingkan perhelatan yang sama pada tahun lalu.
Kehidupan seks yang sehat tak datang begitu saja. Tapi, sesuatu yang harus diupayakan dokter ahli andrologi Anita Gunawan memberikan tips berikut.
Merek busana muslim siap pakai, memperagakan tren busana 2013 bertema Retrospection yang menginterpretasi unsur gaya 1950-1960-an yang tampil chic, santai, gaya dan nyaman di Ballroom Hotel Mulia Senayan, Selasa sore (8/1).
