biangberita.com | Sumber Segala Berita

Wed06192013

Last update04:07:55 AM GMT

Back Travel Travel Info Perjalanan

Info Perjalanan

Wisata Murah ke Filipina Hanya Rp. 2 Juta

filipinaPhilippine Airlines sebagai maskapai penerbangan Filipina mempromosikan destinasi-destinasi wisata di Filipina melalui promo paket wisata bertajuk "Swingaround". Ada lima destinasi yang ditawarkan maskapai ini untuk menarik wisatawan asing, termasuk pelancong asal indonesia.

 

Kelima destinasi tersebut adalah Manila, Legazpi, Cebu, Boracay, dan Puerto Princesa. Paket yang ditawarkan mulai dari harga 180 dollar AS (setara dengan Rp 1,7 juta). Dalam paket sudah termasuk tiket pesawat pulang-pergi, hotel 3 hari 2 malam, makan, dan transportasi menuju obyek-obyek wisata.

Tips Wisata Backpaking Agar Sukses dan Lancar

backpaking2BAGI sebagian orang, wisata backpaking merupakan cara asyik untuk mengeksplorasi alam dan menyusui medan di jalur terpencil. Agar wisata backpacking sukses dan bebas dari kendala, perhatikan panduan berikut:

 

Tempat dan waktu

Pelajarilah peta lokasi dan kumpulkan informasi tentang daerah yang akan Anda jelajahi. Lalu perkirakan waktu yang dibutuhkan untuk tiba di tujuan. Jangan lupa menambah perkiraan waktu untuk berjaga-jaga sekiranya terjadi keterlambatan.

Info Perjalanan ke Pulau Weh Nanggroe Aceh Darussalam

pulau-wehPulau Weh merupakan bagian terbesar Kota Sabang dari pulau-pulau kecil lainnya di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pulau paling ujung barat Indonesia ini menawarkan eksotisme wisata bahari yang tak kalah dengan tempat-tempat lainnya di Indonesia. Namun, minimnya informasi membuat wisatawan ragu untuk mengeksplorasi keindahan alam di sana.

 

Akses menuju Pulau Weh

Meskipun berstatus kota paling ujung barat di Indonesia, akses menuju pulau tersebut tidak lah sulit. Dari pelabuhan di Kota Banda Aceh, terdapat dua jenis kapal yang biasa mengangkut orang atau barang untuk menyeberang, kapal cepat dan kapal lambat.

Kapal cepat memiliki dua buah, satu berangkat dari Banda Aceh, sementara satunya lagi berangkat dari Pulau Weh. Waktu keberangkatan pun hanya dua kali tiap harinya, pagi pukul 08.00 WIB dan sore pukul 16.00 WIB dengan harga Rp 65.000 per kepala.

Untuk kapal lambat, penyeberangan dari Banda Aceh ke Pulau Weh juga ada setiap hari. Hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 13.00 kecuali Jumat pukul 14.00, sementara hari Rabu, Sabtu dan Minggu pukul 11.00 dan pukul 16.00.

Pariwisata Indonesia Jauh Tertinggal Dari Negara-Negara ASEAN

baliKetua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, Gde Sumarjaya Linggih menegaskan promosi pariwisata Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lain di kawasan ASEAN, seperti Malaysia, Thailand dan Singapura.

 

Indonesia, khususnya Bali, sebagai tujuan utama wisata di tanah air, dianggap tak memiliki merek (brand) yang bisa dipakai untuk mempromosikan wisatanya ke dunia. Promosi pariwisata Bali selama ini menggunakan brand "Bali Shanti".

"Bali Shanti sebagai brand pariwisata Bali belum maksimal. Artinya, untuk membuat sebuah brand itu ada proses, ada kebijakan dan ada implementasi. Jika proses dan kebijakannya itu salah, maka implementasinya juga salah," kata Demer, sapaan akrab Gde Sumarjana Linggih, di sela Brand Communication Workshop di Kantor Kadin Bali, Senin, 16 April 2012.

Jepang Tawarkan 10.000 Tiket Pesawat Gratis, Anda Berminat?

japanJepang akan menawarkan tiket pesawat gratis bagi 10.000 orang asing yang mau mengunjungi negara itu tahun depan. Penawaran itu merupakan upaya Jepang untuk mendongkrak industri pariwisatanya yang terpukul oleh bencana nuklir yang sedang terjadi, kata sebuah laporan, Senin (10/10/2011).

 

Badan Pariwisata Jepang berencana untuk meminta para calon wisatawan mengirimkan aplikasi online buat penerbangan gratis itu, merinci wilayah Jepang mana yang ingin mereka kunjungi, lapor harian Yomiuri Shimbun. Badan ini akan memilih para turis yang beruntung, dan meminta mereka untuk menulis laporan tentang perjalanan mereka untuk kemudian akan dipublikasikan di internet.

Pihak berwenang di bidang pariwisata Jepang berharap laporan positif dari para wisatawan tentang pengalaman mereka di Jepang akan membantu meredakan kekhawatiran internasional tentang mengunjungi negara itu, kata harian itu. Program tersebut, yang akan meminta para wisatawan menanggung sendiri biaya lain, seperti akomodasi, diperkirakan mulai April ketika anggaran untuk itu telah disetujui pemerintah.

Perkampungan Dayak Kenyah Desa Budaya Pampang

perkampungan-dayak-kenyahMenyebut Suku Dayak, mungkin yang terlintas dibenak suku yang tinggal di pedalaman hutan Kalimantan yang sulit dijangkau. Lain halnya dengan Suku Dayak Kenyah, Anda cukup datang ke Kota Samarinda bagian Utara, Kalimantan Timur, tepatnya di perkampungan Dayak, Desa Pampang.

 

Perkampungan Dayak Kenyah ini terbilang cukup mudah di kunjungi. Anda tidak perlu naik turun gunung apalagi keluar masuk hutan belantara. Karena perkampungan ini terletak sekitar 20 Km dari kota Samarinda dan itu pun bisa ditempuh dengan kendaraan karena jalan beraspal mulus.

Sebenarnya Suku Dayak yang tinggal di Desa Pampang merupakan sub-etnis Dayak Kenyah. Semula kawasan tersebut merupakan hutan, namun setelah warga Dayak Kenyah dari Desa Long Us, Apokayan, Kabupaten Bulungan yang berjumlah 35 orang bermigrasi, kawasan itu kemudian berkembang seperti sekarang ini. Hingga kini penduduk Pampang sudah sekitar 1.000 jiwa. Kendati menerima budaya modern dari luar, warganya tetap teguh mempertahankan tradisi sehingga perkampungan ini dijadikan Desa Budaya Pampang oleh Pemerintah Kota Samarinda.

Suku Dayak di seluruh pelosok Kalimantan saat ini berjumlah sekitar 19 suku. Setiap suku memiliki pemimpin (kepala suku) dan adat istiadat yang berbeda. Begitu juga dengan Suku Dayak Kenyah yang tinggal di Desa Pampang ini.

Warga Dayak Kenyah di Pampang tetap mempertahankan budaya leluhurnya, seperti menenun, mengukir, dan membuat aneka kerajinan tangan. Di desa ini pun masih terdapat Lamin (rumah panjang khas Dayak). Bagi para wisatawan yang ingin membeli souvenir, di Desa Pampang banyak orang yang menjajakan berbagai pernak pernik dari yang kecil hingga yang besar seperti gantungan kunci dan patung kayu.

Setiap hari libur, warga Dayak menggelar berbagai tarian tradisional di Lamin antara lain Tari Kancet Lasan, Kancet Punan Lettu, Kancet Nyelama Sakai, Hudog, Manyam, Pamung Tawai, Burung Enggang, dan tari Leleng.

Beruntung sewaktu Travel Club (TC) berkunjung ke desa tersebut sedang digelar acara adat tahunan Pelas Tahun atau disebut juga Alaq Tau. Pelas Tahun ini merupakan kegiatan pengucapan rasa terima kasih kepada Tuhan setelah panen raya yang jatuh setiap Juni, namun tanggalnya berbeda-beda tergantung hari baik.

Dalam acara tersebut diawali sambutan kepala suku lalu pertunjukan upacara adat dan tari-tarian tradisonal Suku Dayak Kenyah. Para penarinya dari anak-anak hingga para sepuh dengan diiringi musik khas Suku Dayak Kenyah. Penari Dayak yang ada di Desa Budaya Pampang ini sering diundang untuk mengisi acara ulang tahun kedutaan-kedutaan RI seperti di Jepang, China, Amerika, Belanda, Jerman, Swiss, Belgia, dan lainnya.

Kehidupan Dayak Kenyah di Desa Budaya Pampang sama halnya dengan masyarakat lain. Mereka mengenal tehnologi dan banyak juga yang bekerja di kantor swasta maupun di pemerintahan. Bahkan di kampung tersebut tinggal juga suku Dayak lain seperti Tunjung dan Benuag serta Suku Banjar dan Bugis.

Wisata Ramadhan Ke Masjid Soekarno Rusia

Bertandang bulan Ramadan di Rusia, tidak afdol bila tidak berkunjung ke masjid biru Soekarno di St. Petersburg. Mampirlah walau hanya untuk salat sunat. Berjarak sekitar 900 km dari Moskwa, semua kelelahan dijamin akan terbayar. Selain beribadah, sebuah pelajaran besar telah ditorehkan: Indonesia pernah disegani oleh negara adidaya Uni Soviet.
Kini semua umat Islam di St. Petersburg sangat berterima kasih kepada almarhum Soekarno.

Siapa yang tidak kenal St. Petersburg atau Leningrad? Sebuah kota yang dibangun oleh Peter the Great, atau raja Peter I. Lanskap kotanya tidak beda dengan kota-kota besar di Eropa Barat, seperti Amsterdam, Berlin ataupun London. Letaknya di pinggiran Sungai Neva dan ratusan kanal di dalamnya menjadikan kota ini sebagai Venesia Rusia. Bangunannya, alamak sama modelnya dengan yang ada di belahan Eropa, bertipe barok. Ada museum Hermitage yang lebih lengkap dari Musee de Louvre di Paris. Ada juga istana musim panas Petergof, nangkring di bibir laut Baltik. Manusianya, hmmmm... sangat friendly dengan turis.

Nah, diantara puluhan tempat wisata yang top markotop, di dekat bantaran Sungai Neva terdapat sebuah masjid yang kubahnya berwana biru. Tatkala pelancong ikut cruise kapal menyusuri Sungai Neva, menaranya yang menjulang terlihat dengan jelas. Menggapai langit biru sambil melambaikan tangan ke arah Anda. Manakala didekati, oh kecantikannya makin nyata. Bagaikan seorang ratu belia yang dikelilingi gadis cantik.

Jangan lupa, ketika mau masuk masjid, ucapkan salam sambil perkenalkan bahwa Anda berasal dari Indonesia. Bila tidak dimengerti penjaga, katakan Anda dari Jakarta. Dan bila masih ada kesulitan, jangan segan-segan menggunakan password paling mujarab: Presiden Soekarno! Dijamin, petugas akan langsung mempersilakan Anda menikmati semua isi masjid sepuasnya karena Anda dianggap Soekarno Kecil.

Memasuki masjid ini terasa sejuk di hati dan seolah berada di suatu tempat yang akrab dengan diri kita; tempat bersujud. Di atas pintu masuknya, sebuah kaligrafi berukuran sedang memberikan perintah berdasarkan ayat Tuhan: 'Masuklah dengan damai dan aman.'   Setelah melewati ruang penerimaan, kita akan langsung masuk ke dalam masjid lantai pertama yang mampu menampung lebih dari dua ribuan jamaah. Kubah yang dari luar berwana biru, didalamnya terdapat ukiran dan lukisan yang terpengaruh oleh budaya arab dan menggantung di tengah-tengahnya lampu bulat besar bertatahkan kaligrafi buatan Rusia dengan berat lebih dari 2 ton.

Dari kejauhan terlihat mihrab yang agung berwarna biru terbuat dari ribuah marmer yang didisain khusus. Di tengah-tengahnya terdapat siluet berupa kaligrafi yang menegaskan pesan-pesan Tuhan tentang kebaikan dan kebijakan yang harus dianut oleh umatnya. Di sampingnya, terdapat mimbar khutbah dengan tangganya yang tinggi terbuat dari kayu yang sangat terawat. Pada saat khatib naik mimbar, ia akan memegang tongkat yang merupakan pengganti tombak pada jaman para sahabat nabi.

Lantai dua dan tiga dipakai untuk shalat jamaah wanita, sehingga tidak perlu sekat seperti yang ada di beberapa masjid. Uniknya, untuk bisa mengikuti shalat berjamaah, para wanita hanya bisa melihat ke imam melalui dua cendera yang telah disiapkan. Melihat modelnya, jendela ini pastilah model jendela Mesir.

Pilar-pilar besar penyangga kubah dan lantai dua dan tiga dihiasi dengan aneka lukisan bunga yang lebih mirip budaya Rusia bagian Selatan. Pembagian ruangan yang lega serta kebersihannya yang terjaga membuat para jamaah betah berzikir di dalamnya. Di bulan Ramadhan tahun ini, jamaah shalat tarawih tidak terlalu banyak atau hanya sekitar 300-an orang. Ini disebabkan puasa jatuh pada musim panas sehingga shalat tarawih dilakukan hampir tengah malam sehingga banyak jamaah kesulitan mendapatkan transportasi umum pada saat pulang ke rumah.

Ada juga kaligrafi terbuat dari kayu berukuran sekitar satu kali dua meter yang terpajang di samping ruang imam sholat. Tembakan dua lampu dari samping dan atas memberikan nuansa tersendiri atas tatahan indah surah al-Fatihah yang berada di tengah-tengah ukiran model Bali. 'Yang satu ini memang hadiah dari Presiden Megawati Soekarnoputri, sedangkan yang satunya dari mantan Wapres Jusuf Kalla,' ujar sang Mufti Petersburg dengan bangga.

Soekarno Sang Pahlawan

Di negeri komunis Uni Soviet, nama Soekarno memang sangat moncer. Bukan hanya dianggap sebagai teman dalam Perang Dingin melawan poros Barat, namun juga sebagai presiden muslim yang memberikan “berkah” sebagian muslim di negeri palu arit. Sejak kunjungannya bersama Megawati Soekarno Putri, Soekarno menjadi pahlawan bagi umat Islam St. Petersburg hingga kini.

Konon, suatu siang di tahun 1955, mobil Mercedes warna hitam itu melewati sebuah jalan di dekat pantai St. Petersburg, kota bagian barat dari negeri Uni Soviet. Di dalamnya ada pria ganteng, berbadan kekar dengan kacamata hitam. Lelaki tegap penuh pendirian yang datang atas undangan salah satu penguasa dunia tersebut bernama Soekarno, Presiden Republik Indonesia.

Kala itu, Soekarno sedang menikmati indahnya kota St. Petersburg (Leningrad) yang didirikan oleh Peter the Great pada abad 17. Kota yang senantiasa menjadi rebutan banyak negara dalam berbagai masa itu memang sangat cantik, berarsitektur ala Eropa Barat dan terletak di delta Sungai Neva. Kota ini pernah menjadi ibukota kekaisaran Rusia selama dua ratus tahun. Disini pula berdiri istana-istana terkenal, seperti istana musim panas Peterhof, istana musim dingin Hermitage, benteng Peter and Paul, Gereja Berdarah, Nevsky Prospect serta aneka kanal yang selalu dihiasi kapal berbagai ukuran.

Dari dalam mobil itu, Soekarno sekelebatan melihat sebuah bangunan yang unik dan tidak ada duanya. Sopir diminta untuk kembali memutar jalan untuk melihat bangunan tersebut, namun bergeming. Tidak ada perintah untuk memutar apalagi berhenti. Pada zaman itu, di bawah pemerintahan komunis nyaris tidak ada kekuasaan dan kesempatan berdiskusi yang diberikan kepada seorang sopir.

“Bangunan apa tadi itu,” tanya sang Presiden.

“Itu dulunya sebuah masjid,” jawab sang pengemudi.

“Kalau dulu masjid, sekarang digunakan untuk apa?”

“Oh… hampir semua gereja dan masjid saat ini menjadi gudang atau semacamnya,” sahut sopir.

Pembicaraan sekilas tadi membuat Presiden Indonesia itu tidak nyenyak tidurnya. Ia terngiang-ngiang gedung berkubah biru dengan arsitek Asia tengah itu. Dindingnya sekilas terbuat dari batu yang dibuat secara khusus, dua menaranya menjulang tinggi bersaing dengan beberapa gereja yang tidak jauh dari situ sedangkan pelatarannya cukup luas. Dalam taksiran Soekarno, bangunan yang disebut masjid itu pastilah mampu menampung lebih dari 3.000 muslim bersembahyang berjamaah.

Dalam suatu jamuan makan, Soekarno melontarkan permintaan agar pada hari berikutnya diatur suatu kunjungan ke masjid yang dilihatnya. Namun aturan protokoler tidak memungkinkan karena acara yang disusun sudah sangat padat.

Dalam cerita lainnya, Soekarno akhirnya bisa masuk bangunan yang berisi barang rongsokan tersebut. Kumuh, tak terawat dan banyak tikusnya. Waktu itu, sang presiden cukup lama melihat dan menikmati arsitektur bangunan dan bisa jadi pikirannya melayang-layang kesana kemari. Maklumlah, ia seorang arsitek dan juga pemeluk agama Islam.

Setelah dua hari menikmati keindahan kota St. Petersburg yang saat itu masih bernama Leningrad, Soekarno terbang ke Moskwa untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi guna membahas masa depan kerja sama bilateral dan berbagai posisi kunci dalam Perang Dingin yang terus memuncak dengan Presiden Nikita Sergevic Khrushev (1894-1971). Kehangatan kedua pemerintahan memang sedang mencapai titik kulminasi, antara lain dengan pengiriman ribuan mahasiswa Indonesia yang kemudian dikenal  dengan mahasiswa ikatan dinas (Mahid).

Dalam bincang-bincang di istana Kremlin itu sempat tersiar kabar suatu pembicaraan yang unik diantara kedua pemimpin bangsa. Bisa ditebak, sang pengundang menginginkan agar Presiden Soekarno dapat menikmati liburannya di Leningrad bersama salah satu putrinya. Apalagi berbagai fasilitas papan atas telah disiapkan.

“Bagaimana kunjungan ke Leningrad tuan Presiden. Tentu sangat menyenangkan, bukan?” tanya Presiden Uni Soviet berbasa-basi.

Diluar dugaan Soekarno memberikan jawaban yang mengagetkan. “Rasanya saya belum pernah ke Leningrad,” ujarnya tanpa ekspresi.

“Tuan Presiden memang pandai bertutur. Ada apa yang salah dengan Leningrad. Bukannya kemarin dua hari berjalan-jalan dengan sang putri di sana?” sergah rekannya dari Rusia

“Ya. Kami memang berada disana, tapi kami belum kesana,” sambut Soekarno dingin.

“Kenapa begitu?” tanya Khrushev.

“Itu terjadi karena saya sebagai muslim sangat sedih melihat masjid biru dipusokan,” jawab Soekarno.

Kunjungan ke Rusia berjalan lancar dan seolah tidak pernah ada apa pun yang terkait dengan masalah agama ataupun masjid. Soekarno juga tidak banyak membicarakan lagi tentang masjid yang pernah dilihatnya di kota terindah di Uni Soviet tersebut. Meskipun begitu, diam-diam banyak kalangan muslim memasang kuping atas berbagai kejadian yang dialami oleh tamu kehormatan dari Indonesia tersebut.

Seminggu setelah kunjungan usai. Sebuah kabar gembira datang dari pusat kekuasaan, Kremlin di Moskwa. Seorang petinggi pemerintah setempat mengabarkan bahwa satu-satunya masjid di Leningrad yang telah menjadi gudang pasca revolusi Bolshevic tersebut bisa dibuka lagi untuk beribadah umat Islam, tanpa persyaratan apa pun. Sang penyampai pesan juga tidak memberikan alasan secuilpun mengapa itu semua bisa terjadi.

“Kini semua umat Islam di St. Petersburg sangat berterima kasih kepada almarhum Soekarno. Kami akan ingat jasa-jasanya,” ujar Mufti Ja’far Nasibullah yang sudah 31 tahun menjadi tulang punggung masjid.

“Tanpa Soekarno mungkin masjid indah yang didirikan 1910 ini sudah hancur sebagaimana masjid dan gereja lainnya. Semoga Allah SWT memberikan surga tertinggi baginya,” doa sang Imam dengan mimik yang serius sambil mengangkat kedua tangannya.

Buka Puasa Seperti di Arab di Masjid Al Fairuz

Ingin buka puasa ala Masjid Nabawi, Jedah, Arab Saudi? Mampirlah ke Masjid Al Fairuz, Pekalongan. Setiap puasa, masjid ini menyediakan buka bersama kurma dan air zam-zam.

Masjid ini memang baru. Dibangun mulai 2004 oleh pengusaha batik Pekalongan, H Abdullah Machrus. Meski belum jadi 100 persen, namun masjid ini sudah bisa dipakai beribadah sejak 2004.

Arsitektur masjid ini berkiblat ke Masjid Nabawi, Jedah, Arab Saudi. Maka, saat berbuka puasa pun mengikuti cara berbuka di Masjid Nabawi.

Berdiri di lahan 7.000 meter persegi, masjid ini amat megah dan mewah. Pelataran parkir pun luas. Sehingga, banyak para pelancong yang datang di sini. Apalagi, di sampingnya dibangun kios-kios, terutama menjual batik Pekalongan. Masjid ini juga bisa menampung 2.000 jemaah.

Sejak 2007, pelataran juga digunakan untuk pusat kuliner setiap bulan Ramadhan. Sehingga, masjid ini menjadi tujuan wisata baru, selain tepat ibadah.

Keunikan dalam berbuka puasa membuat masjid ini semakin populer dan menarik warga, termasuk pendatang. Pihak masjid menyediakan 30 galon air zam-zam dan 30 dos kurma yang didatangkan dari Arab Saudi. Sehingga, jemaah bisa berbuka puasa ala Masjid Nabawi, menyantap kurma dan meminum air Zam-zam

Pasar Malam Indonesia 2011 di Belanda

pasar_malam“Selamat datang khusus kepada semua hadirin yang sudah dating dari jauh”, demikian disampaikan Willem Frederick Van Eekelen, Diplomat Senior dan Mantan Menteri Pertahanan Belanda, dalam bahasa Indonesia yang terpatah-patah ketika mengawali sambutan pembukaan di acara Pasar Malam Indonesia (PMI) 2011 di alun-alun kota Den Haag, Malieveld, 7 April 2011. Karena begitu semangatnya, kata “datang” pun diucapkan “dating” oleh Van Eekelen.

Demikian Robby, melaporkan lawatannya ke Eropa di Biangberita.com . Berikut laporan lengkapnya...

Selanjutnya dalam bahasa Inggris, Van Eekelen mengemukakan kekagumannya terhadap penyelenggaraan PMI dan upaya Indonesia menjadi salah satu bangsa terkemuka di dunia melalui motto “unity in diversity”. Menurutnya, apa yang telah dicapai bangsa Indonesia bukanlah hal yang mudah. Namun, Indonesia telah membuktikan kemampuannya dalam mengatasi masalah dan memelihara kesatuan. Indonesia telah membuktikan dapat mengelola perbedaan dan menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah hal yang perlu dihindari.

“Suatu prestasi yang mengesankan”, puji Van Eekelen (kali ini dalam bahasa Indonesia) kepada sekitar 500 orang undangan yang memenuhi ruangan pertemuan. Tampak hadir dalam acara pembukaan antara lain mantan Menteri Luar Negeri Belanda, Bernard Bolt, dan Mantan Duta Besar RI untuk Belanda, J.E. Habibie, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.

Apa yang disampaikan Van Eekelen mengenai PMI dan Indonesia nampaknya bukanlah sekedar basa-basi. Sebagai seorang mantan pejabat senior Belanda yang terlibat langsung dalam penanganan hubungan bilateral Indonesia-Belanda, Van Eekelen memahami perkembangan yang berlangsung di Indonesia dan upaya-upaya untuk mempererat hubungan kedua negara, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun anggota masyarakat, termasuk inisiatif Kedutaan Besar RI (KBRI) di Den Haag yang didukung masyarakat Indonesia di Belanda untuk menyelenggarakan PMI.

PMI sendiri merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag sebagai upaya promosi terpadu perdagangan, pariwisata, dan investasi serta seni budaya kepada masyarakat Belanda. KBRI memfasilitasi promosi terpadu dari berbagai kementerian instansi pusat, pemerintah provinsi, kota dan kabupaten, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Selain itu, PMI juga dimaksudkan untuk memperkuat dan mempertahankan hubungan kekerabatan masyarakat Belanda yang memiliki hubungan emosional dengan Indonesia, yang jumlahnya diperkirakan sekitar 1,5 juta orang (10% dri total penduduk Belanda). Kegiatan yang merupakan gagasan Duta Besar RI J.E Habibie ini, terselenggara untuk pertama kalinya pada tahun 2010. Pada tahun 2010 tersebut, PMI diselenggarakan selama 5 hari dan berhasil menarik pengunjung sebanyak 35 ribu atau rata-rata 7 ribu orang per hari.

Menyusul keberhasilan PMI 2010, maka pada tahun 2011 ini kembali diselenggarakan kegiatan serupa dengan waktu yang lebih lama dan tempat kegiatan yang lebih luas. Jika pada tahun 2010, kegiataan berlangsung 5 hari, maka di tahun 2011 kegiatan berlangsung 7 hari dan tempat kegiatan diperluas dari 3.500 m2 menjadi 6.000 m2. Dengan tempat yang lebih luas, otomatis peserta PMI menjadi lebih banyak. Terdapat sekitar 70 stan untuk peserta PMI yang datang antara lain dari provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten/Kota Kutai Timur, Surakarta, Surabaya, Batam, perusahaan penerbangan Garuda, Pelindo II, Angkasa Pura ataupun Pertamina. Sementara itu, pada stan makanan dan minuman, terdapat sekitar 30 stan makanan yang berisikan makanan dan minuman khas seperti sate, gado-gado, bakso, rendang, soto, siomay, es cendol, es kelapa, es doger, dan sebagainya. Khusus stan makanan, penjualnya adalah masyarakat Indonesia di Belanda atau orang Belanda yang memiliki keahlian memasak masakan Indonesia dan sertifikasi berdagang makanan di Belanda

Bak gayung bersambut, kegiatan PMI ini disambut penuh antusias oleh masyarakat Belanda, khususnya masyarakat Indonesia dan keturunan Indonesia yang tinggal di Belanda. Pada saat pembukaan tanggal 1 April, hadir sekitar 2.000 orang pengunjung. Selain memadati tempat pembukaan di Performance Hall, pengunjung juga menyesaki Exhibition Hall dan tentu saja menikmati makanan dan minuman khas Indonesia di food hall.

Menyenangkan sekali melihat sebagian warga negara Indonesia di Belanda, yang jumlahnya diperkirakan sekitar 15 ribu orang, dan masyarakat Belanda keturunan Indonesia atau memiliki ikatan emosional berdatangan ke PMI. Mereka datang bukan sekedar untuk berbelanja dan mengenal Indonesia, tetapi sekaligus untuk bernostalgia dan mengobati rasa kangen akan Indonesia. Mereka umumnya adalah para orang tua yang dulunya pernah tinggal di Indonesia, yang lahir pada masa-masa menjelang perang kemerdekaan Indonesia ataupun sesudahnya. Untuk itu, meski harus duduk di kursi roda, mereka rela datang dari tempat yang jauh ke PMI. Beberapa terlihat sangat antusias berfoto mengenakan pakaian adat Sumatera di stan Dharma Wanita KBRI.

Sementara itu di Performance Hall, para pengunjung dihibur para artis yang sebagian besar didatangkan langsung dari Indonesia seperti Jopi Latul, Edo Kondologit, Pinkan Mambo, The Professor, Lia Marlea, dan Nindy serta artis-artis yang dibawa pihak pemerintah daerah. Para pengunjung tidak sungkan-sungkan bergoyang dangdut atau menari poco-poco ketika para artis membawakan lagu dangdut atau lagu poco-poco karya Ary Sapullete atau yang seirama.

Sementara ketika pertunjukkan seni tari tradisional berlangsung, para pengunjung tetap menyesaki Performance Hall dan menyimak dengan seksama berbagai tarian yang ditampilkan. Dua hari ke depan, Performance Hall diperkirakan akan semakin disesaki pengunjung, karena selain artis yang disebutkan di atas, akan tampil pula artis-artis jebolan Indonesia Mencari Bakat seperti Punky Papua, Rumingkang, Putri Ayu dan Hudson, selain itu ada pula artis senior Bob Tutupoly.

Dari pengamatan sepintas dari 3 hari pelaksanaan PMI, terlihat antusiasme yang tinggi masyarakat Belanda untuk hadir di PMI. Saking antusiasnya, saya perhatikan tidak sedikit yang yang datang setiap hari mulai dari hari pertama. Ketika ditanya alasannya datang setiap hari, banyak yang menjawab karena senang dengan atmosfir PMI yang benar-benar mencerminkan keindonesian, mulai dari produk yang dipromosikan hingga seni budaya yang ditampilkan, seperti angklung dan tari tradisional. “Asli Indonesia” kata mereka.

Hal ini berbeda dengan pasar serupa yang telah lebih dahulu diselenggarakan mulai 50 tahun yang lalu yaitu Pasar Tongtong. Di Tongtong suasana tersebut sudah tidak lagi didapatkan. Produk-produk yang ditawarkan sudah bercampur aduk dengan produk dari berbagai negara seperti China, Malaysia, Thailand, Suriname, dan sebagainya, sehingga tidak ada bedanya dengan pasar pada umumnya. Seni budaya yang ditampilkan juga sudah beragam dari berbagai negara. Selain tiket masuknya juga tinggi yaitu 18 euro, bandingkan dengan PMI yang hanya mengenakan tiket masuk sebesar 5 Euro.

Menjawab tudingan bahwa PMI diselenggarakan untuk menjegal keberadaan Pasar Tongtong, Kuasa Usaha Sementara KBRI Den Haag Umar Hadi mengemukakan bahwa penyelenggaraan PMI tidak sama sekali dimaksudkan untuk menjegal Pasar Tongtong yang diselenggarakan setiap bulan Mei, tapi untuk lebih mengaktifkan kegiatan promosi terpadu Trade, Tourism, and Investation (TTI). Dengan sekitar 1,5 juta warga Belanda yang memiliki ikatan emosional dengan Indonesia, Belanda merupakan pasar potensial produk-produk Indonesia dan pintu gerbang produk-produk Indonesia ke negara-negara Eropa lainnya. Karena itu KBRI bermaksud untuk melembagakan kegiatan PMI setiap tahunnya dan diharapkan nantinya bisa sebesar Pasar Tongtong dan berjalan beriringan.

Langkah KBRI Den Haag tentu saja layak disambut baik oleh berbagai kalangan di Indonesia guna pelaksanaan promosi yang benar-benar terpadu menyangkut TTI. Koordinasi antar instansi di Indonesia perlu dilakukan dengan lebih baik lagi dan penyusunan prioritas kegiatan promosi hendaknya disusun bersama dengan melibatkan Kementerian Luar Negeri dan KBRI. Jika ini bisa dilaksanakan, tidak tertutup kemungkinan impian untuk menjadikan kegiatan seperti PMI sebagai arena promosi yang sangat besar dapat terwujud. Semoga.

Info Perjalanan Dapat Diakses Melalui iPad

ipad_info_travelPara pemilik iPad makin dimanjakan dengan aplikasi-aplikasi gratis yang memberi informasi wisata mancanegara.

Jika Anda suka melakukan perjalanan wisata dan membutuhkan informasi seputar wisata di negara tujuan, carilah aplikasi gratis di App Store, cari dengan kata kunci travel.

Memang beberapa aplikasi tidak gratis, tetapi banyak juga aplikasi terbaru yang tidak perlu membayar. Anda cukup mendapatkannya lewat App Store.

Setelah itu, Anda tinggal memilih apakah ingin mencari informasi wisata di Italia, Hongkong, Perancis, Irlandia, Inggris, atau Amerika Serikat.

Informasi wisata ini cukup lengkap. Info terbagi dalam empat bagian, yaitu Must See, Country Info, Map, dan Near By. Selain itu, ada pula info cuaca, mata uang, dan waktu.

Dalam Must See terdapat informasi soal tempat-tempat wisata yang wajib dikunjungi wisatawan, lengkap dengan foto, penjelasan singkat, dan peta yang menunjukkan lokasi tempat, juga jarak dari pengguna iPad berada. Hal ini dimungkinkan karena aplikasi ini dilengkapi GPS, yang memberi tahu di mana lokasi pemilik iPad saat itu. Ini terdapat pada bagian Map.

Dalam bagian Country Info terdapat informasi sejarah singkat negara, tips perjalanan, kota-kota yang layak dikunjungi, kapan waktu yang tepat bepergian ke negara itu, cuaca, kesehatan, info soal paspor dan visa, mata uang, serta beberapa kalimat yang lazim diucapkan, seperti "Selamat pagi", "Selamat siang", "Selamat malam", "Apa kabar", "Saya lapar", dan "Saya haus".

Dalam bagian Near By terdapat info soal hotel terdekat, lokasi WiFi di kota yang sedang dikunjungi atau akan dikunjungi, museum, pusat turis, dan lain-lain. Info ini lengkap dengan nomor telepon dan jarak kilometer dari tempat pengguna iPad berada.

Menurut catatan Biangberita.com, aplikasi-aplikasi gratis tentang informasi wisata ini baru diluncurkan tanggal 12 Januari dan 14 Januari 2011 ini. Nah, jika Anda pemilik iPad, jangan lupa unduh aplikasi-aplikasi gratis ini ke iPad Anda.

Informasi Perjalanan dan Informasi Wisata Melalui iPad

koran_digitalPara pemilik iPad makin dimanjakan dengan aplikasi-aplikasi gratis yang memberi informasi wisata mancanegara.

Jika Anda suka melakukan perjalanan wisata dan membutuhkan informasi seputar wisata di negara tujuan, carilah aplikasi gratis di App Store, cari dengan kata kunci travel.

Memang beberapa aplikasi tidak gratis, tetapi banyak juga aplikasi terbaru yang tidak perlu membayar. Anda cukup mendapatkannya lewat App Store.

Setelah itu, Anda tinggal memilih apakah ingin mencari informasi wisata di Italia, Hongkong, Perancis, Irlandia, Inggris, atau Amerika Serikat.

Informasi wisata ini cukup lengkap. Info terbagi dalam empat bagian, yaitu Must See, Country Info, Map, dan Near By. Selain itu, ada pula info cuaca, mata uang, dan waktu.

Dalam Must See terdapat informasi soal tempat-tempat wisata yang wajib dikunjungi wisatawan, lengkap dengan foto, penjelasan singkat, dan peta yang menunjukkan lokasi tempat, juga jarak dari pengguna iPad berada. Hal ini dimungkinkan karena aplikasi ini dilengkapi GPS, yang memberi tahu di mana lokasi pemilik iPad saat itu. Ini terdapat pada bagian Map.

Dalam bagian Country Info terdapat informasi sejarah singkat negara, tips perjalanan, kota-kota yang layak dikunjungi, kapan waktu yang tepat bepergian ke negara itu, cuaca, kesehatan, info soal paspor dan visa, mata uang, serta beberapa kalimat yang lazim diucapkan, seperti "Selamat pagi", "Selamat siang", "Selamat malam", "Apa kabar", "Saya lapar", dan "Saya haus".

Dalam bagian Near By terdapat info soal hotel terdekat, lokasi WiFi di kota yang sedang dikunjungi atau akan dikunjungi, museum, pusat turis, dan lain-lain. Info ini lengkap dengan nomor telepon dan jarak kilometer dari tempat pengguna iPad berada.

Menurut catatan Kompas.com, aplikasi-aplikasi gratis tentang informasi wisata ini baru diluncurkan tanggal 12 Januari dan 14 Januari 2011 ini. Nah, jika Anda pemilik iPad, jangan lupa unduh aplikasi-aplikasi gratis ini ke iPad Anda.

Hal Penting Selama Mudik

Bawa Peta Jalur Mudik
Pemudik dengan kendaraan pribadi jangan lupa
membawa Peta Mudik yang bisa diperoleh Gratis di pintu
tol, berisi informasi antara lain : Peta, Info bengkel siaga,
ATM, Rumah Sakit, Tempat Perhentian, Pom Bensin dll

Bawa HP & Chargernya
Jangan lupa bawa HP dan chargernya dan pastikan
pulsa Anda terisi. Sebaiknya sebelum berangkat charge
HP Anda sampai penuh. Saat ini hamper semua operator
seluler menyediakan layanan info mudik yang bisa
diakses online via HP. Cari tahu juga bagaimana cara mengakses nya sesuai dengan operator yang Anda
gunakan.

Titip Nomor Hape ke tetangga atau RT
Sebelum berangkat ada baiknya menitipkan nomor
telepon Anda yang mudah dihubungi, buat jaga-jaga
terjadi apa-apa pada rumah Anda sewaktu ditinggal
pulang kampung.

Arus Balik dan Pulang Balik
Harap simpan tenaga dan tetap jaga kesehatan untuk
siap pulang balik setelah mudik. Jangan pulang balik di
pas mepet sekali besoknya harus sudah masuk kantor
dan anak-anak masuk sekolah, pasti kelelahan kan?