Kematian pria yang pernah menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009 dari Partai Bintang Reformasi (PBR) ini mengejutkan banyak pihak.
Salah seorang kolega almarhum di DPR, Ali Mocthar Ngabalin, mengatakan terkejut mendengar kabar lelaki bernama lengkap Ade Daud Iswandi Nasution meninggal dunia. "Saya sangat terpukul atas kematiannya," kata Ali Rabu, 6 Februari 2013.
Ali menambahkan dengan isak tangis, "Dia orang baik," ujarnya berkali-kali. "Saya sedih sekali, dia tak sekedar sebagai Kakak, Abang, tapi juga seorang Ayah bagi saya," ujar Ali.
Sebelum ajal menjemput, tutur Ali, Daud berbicara dengannya melalui telepon selama kurang lebih 90 menit. Keduanya berbicara banyak hal, di antaranya masalah bangsa dan negara, serta memberikan nasihat agar Ali menjaga kesehatannya.
Sepengetahuan Ali, Ade Nasution sangat menjaga kesehatannya dengan berolahraga, termasuk tak mengonsumsi minuman keras. Selama bersahabat, Ali menjelaskan, Ade Nasution tak pernah meninggalkan salat dan mengeluh sakit. "Untuk menjaga kesehatannya, Ade Nasution rajin olahraga, termasuk ingin belajar diving, namun ajal cepat menjemput," ucap Ali.
Kematian Ade Daud, bagi Ali, menyisahkan kepedihan, "Saya merasa kehilangan. Saya mewakili keluarga besar Ade Nasution meminta maaf kepada sahabat dan rekan-rekan beliau apabila ada kesalahan. Selamat jalan Bang Ade!"



