biangberita.com | Sumber Segala Berita

Sun05262013

Last update12:07:11 AM GMT

Back Olahraga Olah Raga Raket Victoria Azarenka Juara Grand Slam Australia Terbuka

Victoria Azarenka Juara Grand Slam Australia Terbuka

azarenka
Victoria Azarenka menangis tersedu-sedu setelah mengalahkan Li Na 4-6, 6-4, 6-3 di final tunggal putri turnamen tenis Grand Slam Australia Terbuka di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Sabtu malam.

 

Setelah bertanding selama dua jam 40 menit, Azarenka berhasil mempertahankan gelar juara di turnamen akbar ini. Ia pun mengamankan posisi sebagai petenis putri nomor satu dunia. "Ini adalah dua pekan yang lama buat saya," katanya seusai pertandingan.

Petenis Belarusia berusia 23 tahun tersebut pantas menumpahkan emosinya setelah harus berjuang keras mengatasi lawan, kelelahan, dan penonton dalam seri grand slam pertama pada setiap tahun ini.

Kamis lalu, saat menghadapi Sloane Stephens di semifinal, ia juga sempat panik ketika badannya mengalami kram di set kedua. Ia kemudian meminta medical timeout atau waktu jeda untuk pengobatan sampai 10 menit dan masuk ke kamar ganti. Hal itu yang tidak lazim di era tenis modern.

Azarenka sempat dikritik mengabaikan etika pertandingan. Meski kemudian, ada yang berpendapat ia memang sangat membutuhkan waktu jeda lebih lama untuk memulihkan pernapasannya.

Karena, tindakan kontroversial yang dilakukannya di semifinal, Azarenka tidak mendapat sambutan dari penonton semeriah yang diterima oleh Li saat memasuki lapangan Rod Laver Arena.

Tapi, Azarenka membuktikan kekuatannya untuk mengalahkan lawannya dari Cina yang menjadi favorit penonton. Di set kedua kemarin, seorang penonton bahkan sempat berteriak dengan nada menyindir kepadanya, "Tarik napas yang panjang, Vicky."

"Tentu saja, Anda harus melalui sejumlah rintangan untuk meraih prestasi hebat," kata Azarenka. "Itulah yang membuat perjuangan kali ini begitu istimewa. Saya mengatasinya dan masih bisa mencium trofi (juara) yang cantik ini," ia menambahkan.

Dengan suksesnya tersebut, Azarenka mengikuti jejak Serena Williams, Venus Williams, Maria Sharapova, dan Svetlana Kuznetsova sebagai petenis putri masih aktif yang bisa memenangi seri grand slam lebih dari sekali.

Adapun Li, yang bakal berusia 31 tahun bulan depan, mengatakan pencapaiannya kali ini tidaklah jelek. Setelah mencapai final Australia Terbuka pada 2011 --juga kalah dalam tiga set melawan Kim Clijsters-- dan kemudian menjadi petenis putri Asia pertama yang memenangi grand slam di Prancis Terbuka tahun itu, prestasinya sempat anjlok.

Li baru bangkit lagi setelah gagal di empat grand slam dan olimpiade dalam tahun 2012. Ia kemudian berganti pelatih dari suaminya sendiri kepada Carlos Rodriguez dari Argentina.

Di final ia bertarung habis-habisan sampai tumbang di lapangan dua kali. Yang pertama pada game kelima set kedua, ketika pergelangan kakinya kirinya terkilir.

Yang kedua, saat memimpin 2-1 di set ketiga. Pergelangan kaki kirinya bermasalah lagi. Dan, ia tak cuma jatuh tapi kepalanya membentur ke tanah. Akibatnya, medical timeout yang kedua buat Li berlangsung lebih lama karena dokter mesti memastikan ia tidak gegar otak.

"Saya sempat kehilangan kesadaran. Tapi, setelah petugas medis berbisik kepadaku, aku tertawa dan berpikir, 'Ini lapangan tenis dan bukan rumah sakit," kata petenis putri nomor lima dunia ini. Ia pun menyampaikan selamat kepada Azarenka.

ertarungan dua petenis yang sama-sama menggunakan pukulan forehand tangan kanan dan backhand dua tangan ini memang penuh drama dan juga kesalahan pukulan sendiri atau unforced error. Li paling banyak melakukannya yaitu 57 kali.