"Asia Link itu kira-kira 200 dulu untuk bulan Mei. Kalau Dasep bilang sama saya minimal 1.000," ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (10/1).
Hingga saat ini, ungkapnya, keduanya masih harus melalui tahap memperoleh izin produksi. Baru setelah izin keluar, launching perdana direncanakan berlangsung pada Mei. Sebagai tahap awal Dasep Ahmadi akan membuat dua tipe sedangkan Asia Link tiga tipe.
Hidayat mengatakan bahwa sebagai produsen, mereka harus memikirkan servis kepada konsumen dan melengkapi infrastruktur bagi kendaraan listrik buatan mereka untuk mempermudah dalam mengoperasikan kendaraan.
"Saya bilang sama Dasep mesti dihitung benar sebab kalau mau masuk ke tahap produksi massal itu memang dikawalnya sama kemenperin. Yang paling penting infrastrukturnya lengkap, artinya servis kepada pembeli seperti charging sudah tersedia bersama PLN," katanya.
Menurut Hidayat, perhitungan yang cermat harus disesuaikan dengan permintaan pasar. Hal ini unutuk menghindari mandeknya produksi akibat perhitungan yang keliru.
"Saya setuju mereka hati-hati, memproduksinya sesuai sama permintaan yang ada. Karena ini yang investasi swasta, tentu mereka enggak boleh gegabah menghitung kapasitas. Jangan sampai sudah launching lalu tahun depan berhenti," tutupnya.



